Selasa, 03 April 2012

Puisi Part II


Bahwa desau angin menyatakan galau
Dating dari bilik kacau hati kau
Adalah mendung kugantung di atap kampung
Kiranya ia turun sebagai  hujan
Bahwa racau lahir menyuarakan rintik
Hujan turun rintik
Memercik dan mengelabukan petang
Lalu kita memotong-motong kisah
Saling kesah, saling basah
Kiranya gamang akan berubah sebagai hujan
Bahwa hujan deru dalam pecahan sendu
Angin bersuara minor
Ada rindu berpekik sengau
Dari kau ke aku
Dari aku ke kau
Dari kita kebilah senja
Tua dan kacau

NSA
Oktober 2011

Minggu, 01 April 2012

Puisi Part I


Dan, kita tersesat dalam ruang penuh syarat
Seperti dikekang dalam jerat
Adalah sebuah nestapa yang saling sapa dan tawakan
Maka kemudian yang datang adalah kebahagiaan
Dalam kelam malamku
Dalam risau jiwaku
Dalam sendu segenap sendu
Mengenang setiap syahdu malam mu adalah potongan bahagia pada hari yang berlalu
Maka manakala aku tertawa
Manakala aku bisu
Manakala waktu bergulir tanpa ada segenap rindu
Atau waktu berkejaran dengan waktu yang semu
Ada kau disana, dalam segenap keadaan yang muda
Maka, bila nanti suatu waktu aku mengenangmu
Yang paling kukenang adalah senyummu itu
Ya, tawamu itu
Bukankah telah wajar kelak aku akan rindu bisa menatap segala tentang mu
Dengan mataku, dengan hayalku.

NSA
Bilik Sunyi, 13 Oktober 2011