Dan, kita tersesat dalam ruang penuh syarat
Seperti dikekang dalam jerat
Adalah sebuah nestapa yang saling sapa dan
tawakan
Maka kemudian yang datang adalah kebahagiaan
Dalam kelam malamku
Dalam risau jiwaku
Dalam sendu segenap sendu
Mengenang setiap syahdu malam mu adalah potongan
bahagia pada hari yang berlalu
Maka manakala aku tertawa
Manakala aku bisu
Manakala waktu bergulir tanpa ada segenap rindu
Atau waktu berkejaran dengan waktu yang semu
Ada kau disana, dalam segenap keadaan yang muda
Maka, bila nanti suatu waktu aku mengenangmu
Yang paling kukenang adalah senyummu itu
Ya, tawamu itu
Bukankah telah wajar kelak aku akan rindu bisa
menatap segala tentang mu
Dengan mataku, dengan hayalku.
NSA
Bilik Sunyi, 13 Oktober 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar